Sabtu, 16 Juni 2012
Kisah Inspiratif - Setidaknya Aku Pernah Mencoba
Vemale.com -
Oleh: Agatha Yunita
Berapa kali Anda menyesal di dalam hidup? Satu kali? Dua kali?
Atau bahkan ada yang menjawabnya sering?
Lantas apa yang menyebabkan Anda seringkali menyesal?
Ah, jawabannya pasti karena gagal atau tak sesuai dengan harapan Anda, bukan?
Tetapi pikirkan kembali, lebih menyesal mana saat Anda mengalami kegagalan
atau Anda tak pernah mencobanya?
Kami berani bertaruh, penyesalan terdalam adalah saat Anda tak berani mencoba sesuatu...
Aku adalah siswi SMU yang menurutku biasa-biasa saja,
tetapi aku tahu benar bahwa sejak aku duduk di bangku SMU ini
setiap hari selalu ada pria yang berusaha mengambil hatiku,
menyatakan bahwa ia mencintaiku.
Awalnya hal itu menyenangkan,
sampai tiba di tahun ke-3 dan semua hal itu berubah menjadi hal yang menjengkelkan dan membosankan.
Terlebih lagi ada seorang pria dari kelasku.
Ia orang yang paling membosankan menurutku.
Sejak tahun pertama, kami selalu sekelas.
Ia memang murid terpandai, tetapi lihat saja penampilannya. Oh, sama sekali tak rapi.
Setidaknya aku masih bisa menikmati perlakukan pria-pria lain yang manis dan selalu tampil keren.
Tapi yang ini? He is like a disaster to me!
Hingga suatu hari, menjelang perpisahan.
Ia memberanikan diri naik ke panggung di malam pensi.
Hah, apa pula ini? Bila pria lain yang melakukannya mungkin aku masih bisa tersenyum dan bangga,
tetapi si kutu buku ini yang melakukannya.
Oh tidak, tamatlah riwayatku! Kataku dalam hati.
Namun, hari itu juga, hidupku berubah!
Setelah dipermalukan di depan panggung dan ditertawakan seluruh isi sekolah,
aku menariknya turun dan membawanya ke sebuah ruang kelas yang sepi.
Aku memarahinya habis-habisan dan memprotes semua ulahnya.
Rasanya semua emosiku selama tiga tahun tumpah saat itu juga.
Aku tahu kata-kataku tak enak didengar olehnya,
bahkan mungkin teman-teman tak menduga bahwa aku bisa menjadi sosok yang kasar
dan kejam seperti itu.
Ia hanya terdiam di depanku.
Memandang dan mencermati setiap kata-kataku hingga akupun canggung sendiri.
"Lihat apa kamu?"
"Apa sih sebenarnya maumu?
Mengapa kamu melakukan hal yang kamu sudah tahu bahwa kamu akan gagal?" tanyaku.
"Aku tahu, aku mungkin tak pantas untukmu. Tetapi setidaknya aku berani mencoba..." katanya.
Aku terdiam.
Terdiam cukup lama untuk menelan dan memahami setiap kata-katanya.
Sebenarnya memang ia yang paling konsisten untuk menunjukkan rasa sukanya padaku.
Tiga tahun.
Bukan waktu yang singkat untuk seseorang bertahan menyatakan perasaan pada orang yang disukainya.
Kebanyakan pria yang menyatakan cintanya padaku telah menemukan kekasih setelah kutolak.
Tak ada yang kekeuh mengejar sekian lama seperti si kutu buku ini.
Kemudian aku tahu, bahwa ia akan lebih menyesal menyimpan perasaannya seorang diri
dan tak melakukan apapun untuk menyatakan perasaannya padaku.
Ia berpikir, lebih baik ia ditolak ketimbang harus diam saja.
Dan, sebenarnya diam-diam aku cukup kagum terhadapnya.
Ia sudah kutolak berkali-kali, namun ia tetap berusaha.
"Kupikir ini adalah kesempatan terakhirku.
Aku memberikan diriku sebuah tenggat waktu.
Bila toh memang pada akhirnya kau tetap menolakku,
aku tak akan menyesal karena aku telah mencobanya..." katanya lagi.
Dan aku pun memeluknya. Memeluknya erat dan mengatakan "Yes, I do!"
Memang tak semua usaha selalu diakhiri dengan hal yang manis dan membahagiakan.
Seringkali bahkan diakhiri dengan kekecewaan dan kepedihan.
Tetapi, apalah arti sebuah kecewa dibanding penyesalan seumur hidup, kawan? (vem/bee)
Kisah Pengingat - Pohon kebaikan
Luangkan sejenak waktu Anda untuk membaca beberapa pohon kebaikan yang seharusnya Anda tanam setiap saat.
Jika Anda menanam kebohongan, Anda akan menuai ketidakpercayaan.
Jika Anda menanam keegoisan, Anda akan menuai kesepian.
Jika Anda menanam keangkuhan, Anda akan menuai kehancuran.
Jika Anda menanam permusuhan, Anda akan menuai masalah.
Jika Anda menanam kemalasan, Anda akan menuai kerugian.
Jika Anda menanam keburukan, Anda akan menuai perlakuan dijauhi orang lain.
Jika Anda menanam keserakahan, Anda akan menuai kemiskinan.
Jika Anda menanam gosip, Anda akan menuai musuh.
Jika Anda menanam kekhawatiran, Anda akan menuai ketakutan.
Bila Anda menanam dosa, Anda akan menuai rasa bersalah.
Tetapi..
Jika Anda menanam kejujuran, Anda akan menuai kepercayaan.
Jika Anda menanam kebaikan, Anda akan menuai teman.
Jika Anda menanam kerendahan hati, Anda akan menuai kebesaran.
Jika Anda menanam ketekunan, Anda akan menuai kemenangan.
Jika Anda menanam pertimbangan, Anda akan menuai harmoni.
Jika Anda menanam kerja keras, Anda akan menuai kesuksesan.
Jika Anda menanam hati pemaaf, Anda akan menuai pengampunan.
Jika Anda menanam keterbukaan pikiran, Anda akan menuai ilmu.
Jika Anda menanam kesabaran, Anda akan menuai perbaikan.
Jika Anda menanam iman, Anda akan menuai mukjizat.
Manakah yang akan Anda tanam? Semua ada di tangan Anda.
Kisah Pengingat - Rubah Cerdas dan Seekor Gagak
Pada bulan-bulan yang gersang,
sulit bagi gagak untuk menemukan makanan.
Dengan perut yang sangat lapar,
seekor gagak nekat mengambil sepotong roti yang tersisa di dapur manusia.
Gagak tersebut menggigit erat roti lalu terbang tinggi
sebelum dilempari batu karena telah mencuri.
Gagak tersebut berhenti di sebuah dahan pohon dan bermaksud menikmati roti tersebut di sana.
Tanpa diketahui oleh gagak,
ada seekor rubah yang melihat roti yang belum dimakan oleh sang gagak.
Rubah tersebut juga kelaparan dan merancang ide licik untuk mengambil roti tersebut.
"Hai, gagak.." ujar rubah bermanis-manis kata.
"Apa yang bisa aku berikan padamu agar kau mau memberikan roti tersebut padaku?"
Sang gagak mulai merasa ada yang aneh,
dia berpikir kalau sang rubah pasti hendak mengambil roti miliknya.
Gagak menggigit rotinya lebih erat.
Rubah licik tak kehabisan akal, "Hai sobat, apa kabar?"
Gagak tetap diam karena sedang menggigit rotinya.
"Aku dengar.. gagak adalah burung yang sangat menawan, dan baik hati," ujar rubah dengan nada yang bersahabat dan meyakinkan.
"Aku juga sering mendengar bahwa gagak memiliki suara yang merdu dibandingkan burung-burung yang lain.
Aku ingin sekali mendengar nyanyian merdumu, sobat!"
Sang gagak merasa tersanjung dengan pujian tersebut.
Dia berpikir bahwa rubah ternyata memiliki kemampuan untuk melihat kecantikan yang sesungguhnya
saat banyak yang menghina suara para gagak.
Tanpa pikir panjang, gagak membuka paruhnya dan mulai bernyanyi.
Roti yang digigit erat jatuh dan dengan sigap rubah menangkap roti kemudian kabur.
Sang gagak akhirnya menyadari kesalahannya dengan memercayai kata-kata rubah.
Mulai saat itu dia mendapat pelajaran bahwa terlalu cepat tersanjung adalah hal yang harus diwaspadai.
Kisah Inspiratif - Harga Anak Anjing Yang Cacat
Di sebuah toko hewan yang menjual berbagai jenis anjing peliharaan,
terpajang sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa ada
beberapa anak anjing berusia sebulan yang siap dijual.
Melihat pengumuman itu, seorang anak laki-laki, masuk ke dalam toko kemudian bertanya,
"Berapa harga anak anjing yang Anda jual?"
kemudian sang pemilik toko menjawab,
"Satu anak anjing bisa diberi harga 500 ribu sampai 700 ribu rupiah,"
Anak laki-laki itu kemudian mengambil beberapa lembar uang yang ada di dalam saku celananya,
"Uangku hanya lima puluh ribu, apakah aku boleh melihat-lihat anak anjing yang Anda jual?"
Pemilik toko anjing itu tersenyum dan tidak keberatan,
dia segera bersiul dan muncul beberapa ekor anjing yang berlarian menuju sang pemilik toko.
Dari beberapa ekor anak anjing tersebut, ada salah satu anak anjing yang berjalan sedikit pincang dan tertinggal di belakang.
"Anak anjing itu kenapa?" tanya sang bocah.
Sang pemilik toko kemudian menjelaskan bahwa anak anjing itu memang mengalami cacat fisik sejak lahir, pada salah satu kaki belakangnya.
"Kalau begitu, aku mau membeli anak anjing itu," kata sang anak laki-laki.
"Aku sarankan agar kau tidak membeli anak anjing cacat itu,
tetapi kalau kau menginginkannya, aku akan memberikan secara cuma-cuma," ujar sang pemilik toko.
Wajah anak laki-laki itu tampak kecewa.
"Aku tidak mau kalau Anda memberikan anak anjing itu secara cuma-cuma.
Sekarang saya hanya punya uang lima puluh ribu, aku akan mencicil membayarnya dengan uang sakuku,"
ujarnya dengan suara yang yakin dan mantap.
"Nak, kenapa kau ingin membeli anak anjing cacat itu?
Dia tidak bisa berlari dengan cepat,
tidak bisa melompat dengan gesit
dan bermain seperti anak anjing lainnya," ujar sang pemilik toko.
Setelah terdiam beberapa detik,
anak laki-laki itu menarik ujung celana panjang yang dia pakai.
Tampak sepasang kaki yang terbuat dari bahan metalik, sepasang kaki palsu.
"Aku juga tidak bisa berlari dengan cepat,
tidak bisa melompat dengan bebas seperti anak-anak lainnya.
Karena itu aku tahu bagaimana rasanya,
dan anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mengerti
bagaimana rasanya menjadi sosok yang--aku lebih suka menyebutnya spesial dibandingkan cacat,"
Pemilik toko langsung terharu dan mengatakan,
"Aku akan berdoa agar anak-anak anjing yang lain bisa memiliki majikan sebaik dan sehebat dirimu, nak."
dikutip dari : vemale.com
Langganan:
Komentar (Atom)